Hidup Itu Berpasang-Pasangan

“Setiap sesuatu yang ditambahkan, pasti ada sesuatu yang dikurangkan”. Seperti layaknya pernytaan dalam hukum kekekalan energi “Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tapi bisa diubah menjadi bentuk energi yang lain”. Di lihat dari kedua pernyataan tersebut, ada kemiripan antara satu dengan yang lain, yaitu bahwa akumulasinya adalah tetap, konstan. Itulah keseimbangan, itulah kesetabilan. Hal inilah mengapa Sang Pencipta selalu menciptakan kondisi-kandisi dan situasi di dunia ini serba berpasang-pasangan. Ada Hitam-Putih, Kaya-Miskin, Positif-Negatif, Baik-Buruk, Benar-Salah, Taat-Ingkar, dll, dsb.

Pernahkah kita berfikir, mengapa hal-hal tersebut diciptakan secara berpasang-pasangan? Mengapa dunia ini tidak diciptakan penuh dengan hal-hal yang baik?

Coba kita bayangkan dan renungkan, apa yang akan terjadi jika dari awal penciptaannya, dunia ini hanya berisi orang-orang baik beserta sifat-sifat baik saja? Tanpa ada sedikitpun kegelapan dalam hati setiap manusia? Dunia pasti akan sangat aman, tentram, dan damai bukan? Tapi apakah benar demikian? Saya tidak tau pasti apa yang akan terjadi, hanyalah Sang Pencipta yang lebih mengetahui hal tersbut. Tapi satu hal yang mungkin dapat saya utarakan adalah bahwa jika hal tersbut terjadi, kondisi tersebut terjadi, mungkin kita tidak adakan mengenal istilah baik-buruk, benar-salah, dll, dsb. Kalian tahu kenapa?

Coba kita renungkan, bagaimana kita bisa mengatakan bahwa itu Putih, itu Hitam, ini benar, itu salah, ini bagus, itu buruk, dll, dsb? Kita bisa menyimpulkan hal itu semua karena adanya suatu pembanding, iya kan? Kita tau bahwa itu putih, karena kita tahu ada hitam, kita tahu sesuatu benar karena kita tahu ada sesuatu yang salah, begitu seterusnya.

Hal ini menggambarkan bahwa kehidupan di dunia diciptakan secara berpasang-pasangan adalah alamiah. Selain untuk menjaga keseimbangan, juga digunakan sebagai pembanding. Pembanding agar kita bisa menjadi manusia yang semakin lebih baik lagi. Karena pasti ada seseorang yang lebih baik daripada kita dan yang lebih buruk daripada kita. Inilah yang seharusnya dijadikan sebagai motifasi dalam hidup kita. Mungkin disatu bidang kita tidak lebih baik dari orang lain, tapi mungkin di bidang lain kita bisa lebih baik dari orang tersebut.

Oleh karena itulah Allah berfirman bahwa orang yang berugi adalah orang yang hari ini tidak lebih baik dari hari kemaren. Firman ini sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa sebagai manusia kita harus bisa terus berkembang dan menjadi insan yang lebih baik lagi. Tanpa adanya perbedaan (hitam-putih, baik-buruk, dll,dsb) ini, maka kita tidak akan bisa menjadi lebih baik. Jadikanlah perbedaan-perbedaan tersebut sebagai motivator & penyemangat untuk menjadi insan yang lebih baik dan agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang bernuansa negatif.

Categories: Motivasi, Other | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: